pertama kali gw dengerin nie lagu, gw terkesima kar'na suara Glenn dan Tompi yang keren abis, ditambah aransemen musik yang agak agak nge-jazz , yang disiarin diacara musik salah satu stasiun televisi.
nah pas gw nyari di youtube, kaga ada tuh Glenn or Tompi, yang ada malah "Bing Slamet - Nurlela" , pas gw dengerin, eeehh beneran nie lagu yg gw cari, hahaha *shock tingkat Bupati*
dan pas gw minta temen special gw (yang ngga pake telor, kar'na doi bukan martabak bangka) buat dengerin , doi juga suka ..
nie, gw kasih liriknya ... :D
NURLELA - GIE OST
*
ahai nurlela sukanya berlagu mambo chaca
hatinya takkan senang
duduknya tak tenang
dengar bunyi gendang
ingin serta berlendang
hai nurlela mendengarkan lingsuk dengan bongo
ingin manari sajo, manari baduo
siapo yang suko
Reff:
#nurlela memang cantik
siapa kena lirik hati bak di juntik
sopan sapa tegurnya manis senyumannya
itu yg menggoda
adu kalau berdendang
lagu dendang sayang
rasaku di awan
joget tari melayu
nurlela pun senangmengayun kaki tari serampang
ahai nurlela kalau dengar gitar
bling bling bling blang
tari apa tak pantang
nurlela mendendang
apa suka mambo tarik suara chachacha
haii nurlelaaaaa..
back to *
dan yang pengen liat video nya, boleeee ...
klik sini ajaa --> http://www.youtube.com/watch?v=4ditKiCR1HE
Kamis, 06 Desember 2012
Adit dan Tya
Sudah 1 tahun 9 bulan Adit dan Tya menjalin hubungan
sebagai sepasang kekasih, mereka saling mencintai, selalu berusaha untuk saling
mengerti satu sama lain, dalam berbagai hal. Mencoba menyelesaikan masalah
berdua dengan satu pembicaraan yang bisa diambil titik tengah atau solusi yang
baik untuk kedua belah pihak.
Tidak hanya kebahagiaan yang sering mereka bagi, tapi
kesedihan juga sering mereka bagi untuk mengurangi sedikit beban yang dipikul
oleh masing-masing. Canda Tya bisa membuat Adit tertawa lepas dengan mengumbar
senyuman manis, dan Air mata Tya bisa membuat Adit sedih tapi juga bisa membuat
Adit menjadi kuat, supaya Adit bisa merangkul Tya agar Tya tidak terjatuh.
Perbedaan usia yang cukup jauh, membuat mereka merasa
mereka bisa saling melengkapi satu sama lain, entah itu dalam hal kehidupan
dunia, pendidikan, atau hiburan yang bisa mereka nikmati berdua. Adit yang
bergitu serius bisa mencair saat Tya melontarkan candaan ringan saat mereka
bersama. Tya yang belum tau tentang dunia dan kehidupan yang keras, Adit punya
jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan Tya. Yaa.. mereka saling melengkapi
untuk membuat dunia mereka bahagia , dan berbeda dari yang lain.
Untuk mereka, cinta mereka berbeda, tidak sama dengan
pasangan lain yang bisa pergi nonton ke bioskop di malam minggu. Hanya pergi
makan malam sehabis Adit pulang kerja dengan banyak note reminder dalam
pikirannya, itu sudah cukup membuat mereka seperti sepasang kekasih yang
sempurna. Atau, Adit yang menjemput Tya dikampusnya, saat keluar kelas Tya
melihat Adit sedang berbaur dengan teman-teman Tya, itu sudah cukup membuat
orang-orang melirik iri pada mereka. Hambatan yang paling tidak bisa dihindari
dalam hubungan mereka adalah, orang tua Tya yang tidak sependapat bahwa
perbedaan 11 tahun itu tidak baik untuk menjalin sebuah hubungan yang serius.
Mereka berpikir bahwa hubungan semacam itu hanyalah beralaskan nafsu sesaat,
entah itu karna Tya adalah gadis manis yang banyak digandrungi oleh pria pria seusianya
atau seusia Adit, jadi Adit pun tertarik dengan Tya. Atau, karna seorang Adit
adalah pria mapan yang tampan dan banyak dikejar-kejar oleh banyak wanita. Yang
tau semuanya, hanyalah mereka, Adit dan Tya.
Hubungan mereka tidak luput dari masalah mereka
berdua, kemarahan Adit dan kekesalan Tya bisa menjadi bumbu dalam hubungan
mereka. Adit seorang karyawan di suatu perusahaan yang cukup ternama
dibidangnya, dan kesibukannya mungkin sama dengan mini market yang buka 24 jam.
Sedangkan Tya, mahasiswi yang punya banyak waktu luang saat tidak bertemu
dosennya dikelas. Terkadang Adit bisa meluangkan waktunya yang banyak untuk
Tya, tapi terkadang Tya mengeluh karna Adit yang begitu sibuk dan tidak punya
waktu untuknya. Padahal, saat Adit tidak bersama Tya, sebisanya Adit memberikan
perhatian penuh untuk Tya, entah untuk sekedar mengingatkan makan, menanyakan
kabar, memberitahu apa yang sedang Adit lakukan. Adit melakukan itu semua tapi
itu tidak cukup membuat Tya mengerti bahwa Adit terus berusaha untuk tidak
membuat Tya kesepian. Dan setiap kali Tya merasa begitu, Adit selalu bisa
meyakinkan Tya tentang pengorbanan yang Adit lakukan, bukan untuk membuat Tya
merasa tidak enak atau berhutang budi, tapi Adit hanya ingin memberitahu Tya,
bahwa dia selalu menjadi prioritas untuk Adit.
Pelukan hangat pun bisa menjadi obat yang mujarab
untuk Adit, menenangkan Adit bahwa Tya, sudah kembali.
Tya bisa menjadi sangat menyebalkan, dia bisa marah
jika Adit telat mengangkat telp darinya, walopun alasannya sangat masuk akal ,
tapi Tya tidak mau perduli. Atau saat Adit tertidur karna kelelahan, dia bisa
mematikan handphone nya krna kesal tidak ada balasan dari Adit. Dan Adit pun
hanya manusia biasa, dia bisa marah saat batas kesabarannya diuji. Tidak ada
pertengkaraan saat itu, hanya Adit yang terus bicara tentang ketidaksukaan
sikap Tya, Tya hanya bisa mendengarkan semua keluhan Adit, dan mencoba meresapi
semuanya dalam hati dan pikiran. Tya tidak bisa berkata banyak, semua kata kata
yang ada tiba tiba hilang seperti dibawa mati fir’aun. Tya menjerit dalam hati,
dia inginkan katakan “Aku Sangat Merindukan Kamu, sampai aku berbuat bodoh
seperti ini” , tapi semuanya tertahan , ntah kenapa..
Butuh 1 jam untuk bisa mendinginkan suasana mobil
ditambah cuaca panas diluar, bicara “MAAF” dan memeluk erat tanda tak mau
kehilangan dan berjauhan.
Melihat senyuman Adit, hati Tya pun tenang , dan
itulah kebahagiaan menurut mereka.
Kamis, 29 November 2012
He said
He said :
Akan ada banyak kata cinta penuh makna buat
mengisi blog ini.. namun satu hal yang kamu mesti ingat: semua hanya kata,
hingga kamu resapi maknanya, kamu pahami maksudnya, kamu terima kata-kata itu,
dan kamu pandang mataku yang tak bisa berkata-kata seperti tulisan ini.. karena
mata ini hanya dapat mengucap satu makna kata : CINTA
*just for my beloved .. I realy hope and
pray that u’ll be with me for the rest of my life..
Sabtu, 24 November 2012
^_^'
Apa sich yang dilakukan oleh dua manusia yang sedang
berpacaran ? makan bersama diluar ... nonton dibioskop ... jalan-jalan malam
minggu ... nonton konser ...
Tapi, sebenernya di sudut bumi yang luas ini, tidak
semua pasangan bisa merasakan hal yang sama, yang mungkin kata orang-orang itu
adalah hal hal yang sebenarnya wajar dilakukan oleh semua pasangan.
Contohnya :
Ada sepasang kekasih yang sedang backstreet, mereka
pacaran tapii tidak semua orang tau. hanya beberapa teman yang mengetahui hubungan
mereka, mungkin karena tidak disetujui oleh orang tua masing-masing *sok sok
cerita ala romeo and juliet gitu*. Jadii, mereka TIDAK makan bersama diluar,
TIDAK nonton dibioskop, TIDAK jalan-jalan di malam minggu, TIDAK nonton konser,
dan lain-lain yang sewajarnya dilakukan oleh manusia yang sedang pacaran. Tapii
.. mereka punya cara sendiri untuk menikmati masa pacaran tanpa menghilangkan
kesan romantis dan masa-masa indah yang seharusnya dirasakan. Bahkan itu bisa
kita jadikan ujian untuk masing-masing pasangan, entah itu dalam hal kesetiaan
atau pengorbanan.
Orang-orang sekeliling yang tau bahwa kita “jomblo”,
mereka akan mencoba menjodohkan kita kepada lawan jenis, memperkenalkan teman
mereka kepada kita, dan menyuruh kita untuk “mencoba” mengenal mereka terlebih
dahulu. Yang sering dikatakan “udaah..kenalan
dulu ajaa, selanjutnyaa terserah kamu deh mau kamu ambil ato kamu buang”
*dipikir cowo itu sama dengan printer second kali ya*. Daann.. dari situ kita
diuji , apakah kita akan mencoba untuk menjalani dulu atau menolak langsung
karna kita sadar, bahwa.. -aku sudah memiliki seseorang yang sedang menunggu
kehadiranku disana- . jika kita mencoba , tidak menutup kemungkinan kita akan
sedikit berpaling dan tidak jarang juga malah akhirnya jadian sama yang
dikenalin.. apa itu namanya Takdir ??
Aku, sebisa mungkin akan menolak. Karna aku sudah
memilih pilihanku sendiri, dengan sadar aku mencintai dia, dengan hati aku
merasakan perasaan cinta, dan dengan pikiran aku memberikan apa yang dapat aku
berikan, yaitu.. Cintaku
Pengorbanan.. saat kita dibuat untuk memilih antara
‘teman’ dan ‘pacar’ , kadang kita lebih memilih untuk bersama pacar, karna
dalam pikiran kita, kita sering bersama teman atau bahkan kapanpun dan
dimanapun kita bisa bersama mereka. tapi itu bukan pengorbanan mungkin itu bisa
dikatakan, ‘semestinya’. Dan berbohong, bisa jadi pengorbanan yang sering
dilakukan :D
Apa kalian pernah berpikir, bahwa di saat kita sedang
dikamar mandi pun, kita bisa melakukan hal yang romantis *menurut orang-orang
tertentu ya*. *maaf* misal, disaat yang bersamaan kita sedang ‘pupy’, dan kita
berbincang via messages dengan tertawa bersama, menurut dia, itu romantis. Hal
gila dan tidak mungkin semua orang bisa melakukannya, atauu lebih tepatnya
TIDAK mau melakukannya :D
Saat sedang dilanda kerinduan yang sangat amat besar,
dan kondisi tidak memungkinkan untuk bertemu, apa yang akan dilakukan..
“menatap tembok kamar sambil memeluk guling” dan ditempat lain disaat yang
sama, pasangan kita melakukan hal yang sama, menurut dia, itu romantis.
Saat pasangan lain menutupi kekurangan masing-masing,
dan terus memperlihatkan kelebihannya masing-masing, kita tidak melakukan itu.
Kita menjadi diri kita sendiri, tanpa harus meminta dia untuk bisa menerima
kita apa adanya, dia sudah memperlihatkan bahwa dia mau menerima. Apa ada pria
yang mau mendengar suara ‘kentut’ kita sambil tertawa manis? .. Apa ada pria
yang mau melihat wajah ‘jelek’ kita, saat siang bolong dengan wajah berkeringat
dan berminyak dia tetap berkata “kamu cantik” ? .. Apa ada pria yang mau tetap
memeluk tubuh kamu saat kamu sendiri merasa ‘bau’ disaat kamu belum mandi
seharian? ...
Kamis, 22 November 2012
Solusi Menyehatkan Junk Food
Selama ini ada salah pengertian soal fast food. Ternyata tidak semua fast food buruk bagi tubuh kita. Menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Hardinsyah MS., pengertian fast food adalah segala makanan dan minuman yang bisa kita makan dalam waktu cepat dan singkat.
“Fast food sendiri bisa kita bagi dalam tiga kategori. Pertama, yang dampaknya ditakuti karena banyak kandungan garam, lemak, dan gula. Kedua, netral-netral saja. Ketiga, kategori yang justru bagus dikonsumsi sebagai sumber energi dan kesehatan tubuh,” katanya.
Ia mencontohkan pecel atau gado-gado. Makanan tradisional tersebut termasuk jenis fast food, dan sangat bagus dikonsumsi karena mengandung sayur-sayuran.
“Ada restoran fast food, tapi kita bisa memilih beragam makanan apakah daging atau sayur-sayuran. Beda lagi dengan restoran fast food dimana kita bisa memilih menu, tapi pilihan menunya semua goreng-gorengan,” kata Hardinsyah yang menempuh pendidikan doktoralnya (PhD) di University of Queensland, Australia.
Jadi, lanjut dr Hardinsyah, tidak semua fast food itu jelek. Berbeda bila kita menyoroti soal junk food.
“Junk food memang sesuatu yang tidak berguna. Ini termasuk fast food kategori pertama, dengan cirinya banyak mengandung minyak, lemak (terutama lemak jenuh dan minyak trans), rasanya asin karena banyak garam, dan terlalu manis karena banyak gula,” katanya.
Dampak mengonsumsi makanan dengan lemak, garam, dan gula berlebih sangat tidak baik bagi tubuh. Prof. Hardinsyah menguraikan, makanan terlalu asin meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Makanan terlalu manis meningkatkan risiko kegemukan. Sedangkan makanan tinggi minyak trans dan lemak jenuh, selain menyebabkan kegemukan juga meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
Namun bukan berarti junk food adalah satu-satunya faktor penyebab tingginya penderita hipertensi dan kolesterol. Sebab, lanjutnya, tekanan darah tinggi dan kolesterol bisa ditimbulkan dari banyak faktor.
“Stres juga bisa menyebabkan munculnya hipertensi. Saya tidak bisa mengatakan masyarakat menderita kolesterol dan hipertensi karena junk food, sebab konsumsi junk food masih terbatas pada masyarakat di perkotaan,” katanya.
Masyarakat di pedesaan masih jauh dari konsumsi junk food, tapi bisa saja mengalami hipertensi dan kolesterol. “Mungkin karena mereka mengonsumsi makanan asin berlebih seperti teri asin, ikan asin yang murah, dan akhirnya kena hipertensi. Jadi bukan karena makanannya, tapi karena zat yang ada di dalam makanan tadi berlebih,” katanya.
Sebenarnya, kata Prof. Hardinsyah, dampak buruk konsumsi junk food bisa dikendalikan melalui kebijakan industri untuk mengurangi penambahan zat gula, garam, dan lemak. Bisa juga melalui etika pengusaha yang membatasi atau mengurangi zat-zat tersebut. Cara lain, pengusaha bisa menyerahkan kepada konsumen untuk mencampur sendiri garam dengan makanan yang dibeli.
“Misalnya saja, pengusaha makanan bisa mengubah pola penyajian makanannya. Kentang goreng disajikan dengan satu sachet (bungkus kecil) garam. Terserah konsumen apakah mau mencampur kentang goreng dengan garam atau tidak?” ujarnya.
Di sinilah tugas pemerintah untuk mendidik masyarakat, salah satunya melalui pengetahuan gizi, sehingga konsumen bisa memagari diri dalam mengonsumsi makanan. Jika konsumen memahami dampak kelebihan zat garam, mungkin mereka hanya akan menggunakan separuh atau seperempat sachet garam saja.
“Yang terjadi selama ini, kalau kita beli kentang goreng di restoran waralaba, garam sudah dicampurkan. Konsumen tidak leluasa mengatur sendiri,” katanya.
Mestinya, lanjut dia, pemerintah memberikan petunjuk agar pengusaha makanan mau memisahkan kentang goreng dan garam dalam sachet. Bisa juga dibuat regulasi khusus untuk penjual makanan siap saji.
“Sejak 2009, Pemerintah New York telah mengatur soal itu dan bisa berjalan baik sampai sekarang,” katanya.
Regulasi tidak harus dibuat pemerintah pusat, tetapi cukup pemerintah daerah. “Cobalah dimulai dari Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta membuat regulasi untuk mengatur penjual makanan. Lalu diikuti pemerintah daerah di kota-kota besar dulu seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Medan dan sebagainya,” jelasnya.
Tidak hanya soal petunjuk penyajian, tapi juga aturan menu yang disediakan.
Pada prinsipnya masyarakat boleh saja mengonsumsi makanan dengan tujuan kesenangan atau kegembiraan, asalkan mengimbanginya dengan konsumsi jus buah dan sayur-sayuran bisa berupa salad, karedok, pecel.
Oleh karena itu, kata Prof. Hardinsyah, perlu ada kebijakan di mana setiap waralaba yang menjual makanan goreng serta mengandung banyak minyak trans, juga menjual jus segar atau potongan buah segar. Jadi bukan menjual jus bahan kimia.
Hardinsyah berkeyakinan, aturan tersebut bisa dikenakan pada penjual makanan. “Kalau dibilang aturan waralabanya tidak memperbolehkan menjual jus buah segar atau potongan buah, itu bohong. Buktinya, di Amerika restoran fast food tidak menjual nasi tapi di Indonesia bisa,” tandasnya.
Pemerintah dan swasta juga harus memberikan kesadaran kepada masyarakat soal pentingnya makanan seimbang, sehingga ketika membeli ayam goreng mereka juga memesan potongan buah segar.
“Fast food sendiri bisa kita bagi dalam tiga kategori. Pertama, yang dampaknya ditakuti karena banyak kandungan garam, lemak, dan gula. Kedua, netral-netral saja. Ketiga, kategori yang justru bagus dikonsumsi sebagai sumber energi dan kesehatan tubuh,” katanya.
Ia mencontohkan pecel atau gado-gado. Makanan tradisional tersebut termasuk jenis fast food, dan sangat bagus dikonsumsi karena mengandung sayur-sayuran.
“Ada restoran fast food, tapi kita bisa memilih beragam makanan apakah daging atau sayur-sayuran. Beda lagi dengan restoran fast food dimana kita bisa memilih menu, tapi pilihan menunya semua goreng-gorengan,” kata Hardinsyah yang menempuh pendidikan doktoralnya (PhD) di University of Queensland, Australia.
Jadi, lanjut dr Hardinsyah, tidak semua fast food itu jelek. Berbeda bila kita menyoroti soal junk food.
“Junk food memang sesuatu yang tidak berguna. Ini termasuk fast food kategori pertama, dengan cirinya banyak mengandung minyak, lemak (terutama lemak jenuh dan minyak trans), rasanya asin karena banyak garam, dan terlalu manis karena banyak gula,” katanya.
Dampak mengonsumsi makanan dengan lemak, garam, dan gula berlebih sangat tidak baik bagi tubuh. Prof. Hardinsyah menguraikan, makanan terlalu asin meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Makanan terlalu manis meningkatkan risiko kegemukan. Sedangkan makanan tinggi minyak trans dan lemak jenuh, selain menyebabkan kegemukan juga meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
Namun bukan berarti junk food adalah satu-satunya faktor penyebab tingginya penderita hipertensi dan kolesterol. Sebab, lanjutnya, tekanan darah tinggi dan kolesterol bisa ditimbulkan dari banyak faktor.
“Stres juga bisa menyebabkan munculnya hipertensi. Saya tidak bisa mengatakan masyarakat menderita kolesterol dan hipertensi karena junk food, sebab konsumsi junk food masih terbatas pada masyarakat di perkotaan,” katanya.
Masyarakat di pedesaan masih jauh dari konsumsi junk food, tapi bisa saja mengalami hipertensi dan kolesterol. “Mungkin karena mereka mengonsumsi makanan asin berlebih seperti teri asin, ikan asin yang murah, dan akhirnya kena hipertensi. Jadi bukan karena makanannya, tapi karena zat yang ada di dalam makanan tadi berlebih,” katanya.
Sebenarnya, kata Prof. Hardinsyah, dampak buruk konsumsi junk food bisa dikendalikan melalui kebijakan industri untuk mengurangi penambahan zat gula, garam, dan lemak. Bisa juga melalui etika pengusaha yang membatasi atau mengurangi zat-zat tersebut. Cara lain, pengusaha bisa menyerahkan kepada konsumen untuk mencampur sendiri garam dengan makanan yang dibeli.
“Misalnya saja, pengusaha makanan bisa mengubah pola penyajian makanannya. Kentang goreng disajikan dengan satu sachet (bungkus kecil) garam. Terserah konsumen apakah mau mencampur kentang goreng dengan garam atau tidak?” ujarnya.
Di sinilah tugas pemerintah untuk mendidik masyarakat, salah satunya melalui pengetahuan gizi, sehingga konsumen bisa memagari diri dalam mengonsumsi makanan. Jika konsumen memahami dampak kelebihan zat garam, mungkin mereka hanya akan menggunakan separuh atau seperempat sachet garam saja.
“Yang terjadi selama ini, kalau kita beli kentang goreng di restoran waralaba, garam sudah dicampurkan. Konsumen tidak leluasa mengatur sendiri,” katanya.
Mestinya, lanjut dia, pemerintah memberikan petunjuk agar pengusaha makanan mau memisahkan kentang goreng dan garam dalam sachet. Bisa juga dibuat regulasi khusus untuk penjual makanan siap saji.
“Sejak 2009, Pemerintah New York telah mengatur soal itu dan bisa berjalan baik sampai sekarang,” katanya.
Regulasi tidak harus dibuat pemerintah pusat, tetapi cukup pemerintah daerah. “Cobalah dimulai dari Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta membuat regulasi untuk mengatur penjual makanan. Lalu diikuti pemerintah daerah di kota-kota besar dulu seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Medan dan sebagainya,” jelasnya.
Tidak hanya soal petunjuk penyajian, tapi juga aturan menu yang disediakan.
Pada prinsipnya masyarakat boleh saja mengonsumsi makanan dengan tujuan kesenangan atau kegembiraan, asalkan mengimbanginya dengan konsumsi jus buah dan sayur-sayuran bisa berupa salad, karedok, pecel.
Oleh karena itu, kata Prof. Hardinsyah, perlu ada kebijakan di mana setiap waralaba yang menjual makanan goreng serta mengandung banyak minyak trans, juga menjual jus segar atau potongan buah segar. Jadi bukan menjual jus bahan kimia.
Hardinsyah berkeyakinan, aturan tersebut bisa dikenakan pada penjual makanan. “Kalau dibilang aturan waralabanya tidak memperbolehkan menjual jus buah segar atau potongan buah, itu bohong. Buktinya, di Amerika restoran fast food tidak menjual nasi tapi di Indonesia bisa,” tandasnya.
Pemerintah dan swasta juga harus memberikan kesadaran kepada masyarakat soal pentingnya makanan seimbang, sehingga ketika membeli ayam goreng mereka juga memesan potongan buah segar.
http://id.she.yahoo.com/solusi-menyehatkan-junk-food.html
Oleh: Marmi Panti Hidayah
Senin, 05 November 2012
yang ke-DUA
Setiap orang pasti akan selalu mau menjadi yang
pertama, bukan yang kedua. Selalu mau menjadi yang terdepan dalam segala hal. Dan
yang pasti, selalu mau mendapatkan yang terbaik untuk dirinya sendiri, tidak
perduli dengan sekitarnya dan tidak perduli dengan orang-orang yang sebenarnya
sayang padanya.
Untuk bisa menjadi yang pertama harus ada yang kedua,
dan untuk bisa menjadi yang kedua harus ada yang ketiga, begitu seterusnya. Kadang
menjadi yang pertama harus dituntut untuk adil, lebih dewasa, lebih mandiri,
dan punya tanggung jawab yang besar untuk dirinya sendiri yang untuk orang-orang
yang ada disekitarnya, itupun jika kita merasa makhluk sosial.
Dan jika kita terlanjur menjadi yang kedua, terima lah
dengan penuh keyakinan dan kesabaran bahwa suatu saat nanti, kita akan menjadi
yang pertama walau hanya sekejap tapi dengan kualitas yang lebih bagus.
Aku, anak ke-dua dari tiga bersaudara. Aku mempunyai
kakak perempuan dan mempunyai adik perempuan. Kadang kita bisa saling berbagi
tapi kadang kita juga punya rasa iri terhadap satu sama lain, tidak bisa
dihindari bahwa semua itu bisa terjadi walau dengan saudara kandung sekalipun,
tapi akhirnya rasa sayang yang kita miliki mengalahkan semuanya, keceriaan
kembali datang dalam lingkaran dunia kita.
Kehidupanku begitu menyenangkan saat aku masih kecil,
saat aku belum begitu mengerti bagaimana dunia ini yang sebenarnya, kehidupan
yang orang dewasa katakan adalah dunia yang kejam dan memperlihatkan kehidupan
yang sebenarnya untuk tetap bisa bertahan hidup. Sekarang, aku bisa merasakan
itu, dan aku bisa tau karna aku merasakannya. Saat aku putus sekolah dibangku
kuliah karna aku harus mengalah untuk lebih meringankan beban orang tua yang
aku sayang, membiarkan kakaku menjadi seorang sarjana dengan melihat senyuman
bangga diraut wajah kedua orang tuaku, sudah mengobati rasa kecewaku terhadap
mereka. Aku yang bekerja untuk bisa bertahan hidup dilingkungan sekitarku,
membuat aku bisa lebih dewasa dan menjadikanku wanita yang begitu punya banyak
kesabaran. Hingga akhrinya cita-citaku untuk kembali sekolah bisa tercapai
dengan hasil kerja ku sendiri, tanpa membebani siapapun.
Sampai kehidupan pribadipun, terkadang aku harus
mengalah, karna aku ... yang ke-dua.
Intinya,
untuk menjadi yang kedua, kita harus lebih hebat dari yang pertama, karna di
dunia ini, sekuat apapun yang kedua, selalu yang pertama yang jadi juara. Tidak
perduli seberapa banyak yang sudah dilakukan, yang pertama akan mendapatkan
applause lebih ramai dari yang kedua. Tampak jelas ketidak adilan dalam hal
ini, tapi kita tidak bisa protes karna semua ini sudah ditulis dalam sebuah
buku harian orang-orang yang kedua, yang sudah dicetak dan disebar luaskan,
agar semua tau , bahwa hidup kadang tidak bisa memilih, hanya bisa menerima. Tapi,
menerima dengan pilihan, menjalankannya dengan pasrah atau penuh tanggung jawab
dengan harapan, ada sedikit perubahan untuk kebaikan dirinya sendiri.
dan semua ini, tentang aku dan pilihanku..
Senin, 15 Oktober 2012
minta 1 dapat 2
Jum'at itu, dimulai dengan pagi hari yang tidak begitu
menyenangkan, setelah hari kemarin yang sangat menggembirakan dan penuh dengan
senyuman , canda dan tawa.
Pagi ini rencana pertemuan itu tidak sesuai dengan
apa yang sudah dibicarakan malam kemarin, tapi untuk kali ini aku tidak marah
ataupun kesal , aku hanya sedikit tidak terima dengan kesibukan yang ada dalam
kehidupannya.
Hingga aku sendiri sibuk dengan diriku sendiri, merapikan diri ,
mempercantik diri dan membuat cacing-cacing diperutku kenyang, dan kamu
menganggap aku kesal karena aku tidak memperhatikan sarapanmu , pekerjaanmu ,
bahkan keadaanmu.
Sampai setelah kamu katakan apa yang kamu rasakan, aku baru
merasa bersalah , tapi aku tidak mau meminta maaf.
Akhirnya kita bicara tanpa tatap muka, dan kamu
selalu sama, bisa membuatku luluh. Senyuman itu kembali terbentuk oleh bibirku,
dan suaramu menunjukkan bahwa kamu pun ikut tersenyum dengan gembira.
Pertemuan kita diawali dengan kecupan lama dikeningku,
tersipu malu tapi mau.. heu , dan berjalan tanpa bergandengan tangan , membuat
semuanya terasa asing tapi tetap harus berjalan , karna kenyataan itu harus
tetap dihadapi kan, bukan dihindari. Lelahku mengalahkan rasa kaku dikakiku
saat disampingmu. Terima kasih penyemangatku.. :)
Kamu memberikan boneka bear kecil dengan wangi parfum
mu, itu membuatku senang karna akan bisa sedikit mengobati rindu ini , wangi
yang biasanya aku cium hanya saat memeluk tubuhmu , itu akan bisa aku rasakan
dengan menyentuh bear bean kecil ku , terima kasih.
Saat aku hanya meminta setangkai bunga , kamu
memberikan 2 tangkai bunga mawar merah dan putih , yaa walaupun tidak dengan
cara yang romantis kamu memberikannya , tapi itu cukup membuatku bahagia ,
bukan karna itu permintaanku , bukan karna aku seorang wanita yang bisa terharu
saat diberikan bunga , tapi karna niatmu yang begitu besar untuk memberikan
sesuatu yang aku inginkan , dengan membeli dipenjual bunga yang ada di lampu
merah , terima kasih.
Dan, saat kamu akan berpamitan untuk pergi berlibur,
pelukan erat itu kembali menyelimuti tubuhku hingga aku tidak bisa bernafas , tidak
lama , kamu memberikan sebuah kado besar yang isinya “little monkey” , boneka
monyet yang lumayan besar dengan baju dan pita pink dan berpipi cubby kemerahan
, lucu.. !! sangat amat surprise , karna saat makan malam , aku berkata ..
ingin bunga dan boneka monyet besar .. ttrrrrrriiiiinng dan sekarang big monkey
ada dihadapanku , dan itu dari kamu , terima kasih. lagi!
Bagaimana aku tidak terharu , saat kamu berpamitan ,
kamu memberikan barang – barang yang bisa membuat aku tersenyum dan membuat aku
teringat sama kamu. kamu yang hanya pergi untuk 2 hari , bagaikan 2 bulan kita
tidak akan bertemu karna kamu memberikan semua, benda , perhatian , dan cinta. Air
mata yang jatuh dengan sendirinya, seperti memperlihatkan bahwa aku tidak bisa
tanpa kamu , aku rapuh jika kamu pergi dari hidup atau hatiku. Aku akan merasa
sendiri tanpa kamu , dan kamu memberikan sesuatu untuk tetap mengingatkan aku ,
bahwa kamu , tidak akan pergi jauh , karna kamu , akan kembali untukku .. hanya
untukku .. dan hanya kepadaku.
Terima Kasih telah mencintaiku.
Langganan:
Postingan (Atom)